Latar Belakang Lesbian, Gay, Bisexsual dan Transgender (LGBT) merupakan fenomena yang merebak di era modern sebagai bentuk penyimpangan seks yang sangat dipengaruhi oleh pola asuh yang salah, kurangnya peran seorang ayah, pendidikan agama yang kurang memadai, dan pornografi. Berdasarkan data Kemenkes pada 2022 angka besar LGBT di Kota Bandung berjumlah sekitar 302.000 orang merupakan jumlah LBGT terbanyak di Indonesia. Tujuan penelitian adalah untuk menggali pengalaman hidup LGBT dalam menghadapi stigma di lingkungan masyarakat kota bandung. Metode menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan studi fenomenologis deskriptif. Prosedur pengumpulan data menggunakan wawancara terstruktur, observasi partisipatif, dan dokumentasi menggunakan field note. Populasi berjumlah 3 orang terdiri dari satu perempuan lesbian dan dua laki-laki diantaranya gay dan bisexual. Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Analisis data menggunakan Thematic analysis. Hasil penelitian menunjukan informan melihat LGBT sebagai sesuatu hal yang menyimpang karena bertentangan dengan ajaran agama dan penyakit karena menular. Sebagian informan melihat bahwa LGBT tidak bisa diterima di masyarakat mendapat cibiran hingga bullying dan sebagian lainnya menerima keberadaan LGBT tetapi hanya sedikit yang bersikap biasa saja. Dampak dari bullying salah satu informan sampai harus konsultasi ke psikolog untuk mengecek kesehatan mentalnya. Saran diharapkan dinas sosial bekerja sama dengan masyarakat pertimbangkan untuk mengadakan Forum Pendidikan Seksual Inklusif (FPSI) untuk membantu memperluas pemahaman tentang orientasi seksual dan identitas gender yang beragam. Forum ini dapat menyediakan ruang untuk diskusi terbuka, pertukaran gagasan, dan menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan LGBT. Sehingga meminimalisir dampak stigma negatif bagi individu LGBT.
Kata Kunci : LGBT, Pengalaman, StigmaBackground Lesbian, Gay, Bisexsual andTransgender (LGBT) is a phenomenon that has spread in the modern era as a form of sexual deviance that is heavily influenced by wrong upbringing, lack of a father's role, inadequate religious education, and pornography. Based on data from the Ministry of Health, in 2022 the large number of LGBT people in the city of Bandung is around 302,000 people, which is the highest number of LBGT in Indonesia. Objective This research is to explore the life experiences of LGBT in dealing with stigma in the Bandung city community. Method using a qualitative approach with a descriptive phenomenological study approach. Data collection procedures using structured interviews, participatory observation, and documentation using field notes. The population is 3 people consisting of one lesbian woman and two men including gay and bisexual. The sampling technique uses purposive sampling. Data analysis usingThematic analysis. Research result shows that informants see LGBT as something that deviates because it is against religious teachings and is a disease because it is contagious. Some informants saw that LGBT could not be accepted in society and were sneered at bullying and some others accept the existence of LGBT but only a few act normal. Impact of bullying one of the informants had to consult a psychologist to check his mental health. Suggestion it is hoped that the social services in collaboration with the community will consider holding an Inclusive Sexual Education Forum (FPSI) to help broaden understanding of diverse sexual orientations and gender identities. This forum can provide a space for open discussion, exchange of ideas, and answering questions related to LGBT. So as to minimize the impact of negative stigma for LGBT individuals.
Keywords : LGBT, Experience, Stigma