HUBUNGAN PENGAWASAN ORANG TUA DENGAN PERILAKU SEKSUAL BERISIKO PADA REMAJA PUTRI DI SMK “D” KOTA BANDUNG

Penulis : anis sumarni, r nety rustikayanti, richa noprianty, mona yulianti k, ali musthofa


PDF

Abstrak

Anis Sumarni HUBUNGAN PENGAWASAN ORANG TUA DENGAN PERILAKU SEKSUAL BERISIKO PADA REMAJA PUTRI DI SMK “D” KOTA BANDUNG 5 bab + 82 halaman + 6 tabel + 2 bagan + 18 lampiran Perilaku seksual diantaranya adalah berpegangan tangan, ataupun berpelukan. Kemudian biasanya perilaku ini meningkat menjadi perilaku yang menimbulkan rasa ketagihan dan penasaran, seperti berciuman, meraba-raba, petting bahkan oral seks. Hingga akhirnya pada perilaku seksual berisiko yaitu melakukan hubungan intim bersama pasangannya. Pengawasan orang tua adalah sebagai aktifitas yang memungkinkan orang tua mengetahui keberadaan remaja, aktivitas yang dilakukan, dan teman-temannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan pengawasan orang tua dengan perilaku seksual berisiko pada remaja putri di SMK “D” Kota Bandung. Jenis penelitian berupa korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian sebanyak 258 remaja putri, dengan metode pengumpulan data simple random sampling sehingga diperoleh 157 responden. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner parental monitoring scale dan kuesioner pacaran dan perilaku seksual. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan uji statistik rank spearmen. Hasil penelitian menunjukan, sebagian remaja putri sebanyak 88 orang (56,1%) mendapatkan pengawasan orang tua yang rendah dan sebanyak 79 orang (50,3%) memiliki perilaku seksual berisiko yang tinggi, dengan p-value 0,000 < 0,05 yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara pengawasan orang tua dengan perilaku seksual berisiko pada remaja putri. Orang tua diharapkan menjalin hubungan yang dekat dengan remaja, menciptakan suasana keluarga yang harmonis dan mesnyediakan waktu kebersamaan keluarga atau momen berkumpul bersama keluarga yang dapat membangun komunikasi yang terbuka dengan anak.

Kata Kunci : Pengawasan Orang Tua, Perilaku Seksual Berisiko, Remaja Putri



Abstract

Anis Sumarni THE RELATIONSHIP OF PARENTAL MONITORING WITH RISKY SEXUAL BEHAVIOR IN ADOLESCENT GIRLS OF VOCATIONAL SCHOOL “D” BANDUNG 5 chapters + 82 pages + 6 tables + 2 images + 18 attachments Sexual behavior such as holding hands or cuddling. This behavior is then typically increase to conduct that gives rise to a sense of craving and curious, like kissing, groping, oral sex even petting. Until finally in risky sexual behavior that is doing intimate relationships along with his partner. Parental controls is as activities that lets parents know the existence of teenagers, the activity being performed, and his friends. The purpose of this research is to find out if there is a parental relationship with risky sexual behavior in adolescent girls of SMK “D” Bandung. This type of research in the form of a correlation with the approach of cross sectional. Population studies as much as 258 adolescent girls, data collection methods with simple random sampling so obtained 157 respondents. Instrument in this study using questionnaire parental monitoring scale questionnaire courtship and sexual behaviour. Data analysis in this study used the rank spearmen statistical test. Results of the study showed, some adolescent girls as many as 88 people (56.1%) get parental controls are low and as many as 79 people (50.3%) have a high risky sexual behaviour, with a p-value of 0,000 < 0,05 which means there is a significant relationship between parental controls with risky sexual behavior in adolescent girls. Parents are expected to establish close relationships with adolescents, create a harmonious family atmosphere and provide time for family togetherness or moments of gathering with family that can build open communication with children.

Keywords : Adolescent Girls, Parental Monitoring, Risky Sexual Behavior