Data Riskesdas (2018) prevalensi stunting di Indonesia mencapai 30,8 %, Jawa Barat 29,2 % dan Kabupaten Majalengka 30,2 %. Berdasarkan hasil pengkajian data yang dilakukan oleh peneliti dari bulan Januari-Desember 2018 di RSUD Majalengka secara umum didapat sebanyak 41 % kasus stunting pada masa kelahiran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor risiko kejadian stunting pada masa kelahiran di RSUD Majalengka. Faktor risiko stunting pada masa kelahiran diantaranya usia ibu, tinggi badan ibu dan komplikasi penyerta. Pendekatan waktu pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik cross sectional. Sampel penelitian ini adalah ibu yang melahirkan di RSUD Majalengka, pengambilan sampel secara Simple Random Sampling dengan jumlah 714 sampel. Penelitian ini menggunakan data sekunder. Analisis menggunakan analisis univariat, analisis bivariat menggunakan Chi-Square dan analisis multivariat menggunakan uji regresi logistik. Analisis bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara komplikasi penyerta (p=0,000; OR=3,294; 95% CI=2,097-5,175) dan tinggi badan ibu (p=0,002; OR=1,796; 95%CI=1,2532,574) dengan kejadian stunting pada masa kelahiran, tidak ada hubungan yang signifikan antara usia ibu (p=0,339; OR=0,885; 95% CI=0,653-1,151) dengan kejadian stunting pada masa kelahiran. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa faktor yang paling dominan berpengaruh terhadap kejadian stunting pada masa kelahiran yaitu komplikasi penyerta dengan nilai Exp(B) 3,238. Diharapkan ibu hamil yang berisiko rendah maupun risiko tinggi memeriksakan kehamilannya secara teratur minimal 4 (empat) kali selama kehamilannya dan memakan makanan yang bergizi seimbang.
Kata Kunci : Komplikasi Penyerta,Stunting pada masa kelahiran,Tinggi badan ibu,Usia ibuData of Riskesdas (2018) showed that the prevalence of stunting in Indonesia amounted to 30.8%, West Java by 29.2% and Majalengka District by 30.2%. Based on the results of the data review conducted by researchers from January to December 2018 in Majalengka General Hospital, there were 41% of stunting cases at birth. The purpose of this study was to identify the risk factors for stunting at birth in Majalengka General Hospital. Risk factors for stunting at the time of birth include maternal age, maternal height and concomitant complications. The study design was cross-sectional. The sample of this study was mothers who gave birth at Majalengka General Hospital, taking sample using Simple Random Sampling with a total of 714 samples. This study uses secondary data. Analysis using univariate analysis, bivariate analysis using Chi-Square and multivariate analysis using logistic regression test. Bivariate analysis showed that there was a significant related between concomitant complications (p=0,000; OR=3,294; 95% CI=2,0975,175) and maternal height (p=0,002; OR=1,796; 95%CI=1,253-2,574) with the incidence of stunting at birth, there was no significant related between maternal age (p=0,339; OR=0,885; 95% CI=0,653-1,151) with the incidence of stunting at birth. The results of multivariate analysis showed that the most dominant factor influencing the incidence of stunting at birth was the accompanying complication with the value of Exp (B) 3,238. It is expected that pregnant women who are at low risk and high risk have their pregnancies checked regularly at least 4 (four) times during their pregnancy and eat nutritiously balanced food.
Keywords : Concomitant complications,Stunting at birth,Maternal height, Maternal age